Foto: Erman S

Untuk menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan pengguna moda transportasi laut pada lebaran 2013, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan akan melakukan inspeksi kesiapan kapal Ro-Ro. Dalam dua minggu ini pengusaha kapal harus bersiap-siap melengkapi segala aspek perijinan, aspek keselamatan dan aspek keamanan kapalnya. Sebab tim Direktorat Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan sedang melakukan audit secara acak terhadap kapal-kapal yang bersandar di sembilan pelabuhan.  "Kita akan melakukan audit terhadap kapal penumpang, kapal penyeberangan serta kapal Ro-Ro secara acak di sembilan pelabuhan," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Laut Bobby Mamahit. Pihaknya mengaku telah menginstruksikan kepada Tim Audit Direktorat Jenderal Perhubungan Laut yang terdiri dari wakil dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat KPLP, Marine Inspector dan Bagian Hukum untuk me-lakukan audit terhadap kapal-kapal yang sedang sandar secara acak (random). Audit dilakukan berdasarkan Surat Perintah Pelaksanaan Tugas (SPPT) Direktur Jenderal Perhubungan Laut dalam rangka persiapan pelaksanaan angkutan laut lebaran 1434 H. Dirjen Hubla dalam instruksinya menjelaskan, tim ini akan melakukan audit pada sembilan pelabuh-an. Lokasi audit ditetapkan hanya pada sembilan pelabuhan mengingat ba-nyaknya pelabuhan di Indonesia. "Sembilan pelabuhan ini yang paling banyak penumpangnya," papar Bobby. Sembilan pelabuhan yang akan dijadikan lokasi audit kapal secara acak antara lain Pelabuhan Tanjung Priok (Jakarta), Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya), Pelabuhan Makassar dan Pare-Pare (Sulawesi Selatan),  Pelabuhan Merak (Banten), Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang), Pelabuhan Trisakti (Banjarmasin), Pelabuhan Batam dan Pelabuhan Lembar (Mataram). Lebih jauh Bobby mengungkapkan, audit akan dilakukan dalam dua pekan, terhitung sejak 9 Juli lalu. Tim Audit yang pertama telah melakukan uji petik pada kapal KM. Gunung Dempo dan KM. Laskar Pelangi yang sedang sandar di Pelabuhan Tanjung Priok. Pada audit ini ditemukan beberapa kekurangan yang harus diperbaiki sesuai dengan standar Keselamatan Pelayaran. "Diantaranya adalah masalah teknis yang terkait dengan penempatan Rakit Penolong di atas kapal. Rakit penolong seharusnya tidak boleh diikat secara permanen karena akan sulit ketika akan digunakan dalam keadaan darurat," ungkapnya. Rakit penolong harus diposisikan supaya mudah dilepaskan, oleh karena itu pengikatan tali "painter" harus dilakukan sesuai petunjuk manualnya sehingga alat pelepas rakit penolong secara otomatis dapat berfungsi dengan baik. Hal-hal lain yang ditemukan dalam uji petik kali ini adalah kecepatan reaksi dalam menghadapi bahaya kebakaran, termasuk kecepatan dalam mengaktifkan pompa darurat pemadam kebakaran yg harus lebih ditingkatkan lagi. "Kita akan berusaha mengawasi sedetail mungkin untuk mengurangi potensi bahaya," lanjutnya. Terhadap kekurangan-kekurangan yang ditemukan tersebut, Tim audit telah memerintahkan kepada Kepala Seksi Penilikan Keselamatan Kapal, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan yang juga merupakan anggota Tim Audit, untuk mengawasi perbaikan atas temuan di dua kapal itu. Informasi terakhir secara keseluruhan dari dua kapal yang diaudit secara acak tersebut telah melakukan perbaikan dan dianggap telah memenuhi standar Keselamatan dan Keamanan pelayaran. Uji petik yang dilakukan oleh Ditjen Hubla ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana operator mempersiapkan kapal-kapalnya dalam menghadapi angkutan lebaran dengan salah satunya memperhatikan kelengkapan alat-alat keselamatan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Uji petik ini bukanlah hal baru dan merupakan hal rutin yang dilakukan terutama menjelang masa ramai penumpang (peak season). "Audit seperti ini sudah sering kita lakukan," tegasnya. Hal ini juga merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam mewujudkan Keselamatan dan Keamanan Pelayaran. berdalih keselamatan dan keamanan pelayaran harus dijadikan budaya yang harus ditumbuhkembangkan dalam masyarakat. Kondisi tersebut hanya dapat terwujud apabila ada sinergi antara regulator dalam hal ini pemerintah, operator pelayaran serta pengguna jasa transportasi laut, karena keselamatan dan keamanan pelayaran merupakan kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama. Bantu Mudik Gratis Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyiapkan dua kapal untuk mengangkut para pemudik secara cuma-cuma melalui program Mudik Gratis Dengan Kapal. Kedua kapal itu disiapkan untuk memulangkan pemudik dari ibu kota negara ke Jawa Tengah. Kedua kapal yang disiapkan pemerintah untuk perantau asal Jawa Tengah di Jakarta itu adalah KM Dobonsolo dan KRI Banda Aceh. Kedua kapal akan melayani rute perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta ke Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. KM Dobonsolo milik PT Pelni bisa mengangkut 3.400 orang pemudik besereta 1.700 unit sepeda motor mereka. Sedangkan KRI Banda Aceh milik TNI Angkatan Laut dapat mengangkut 1.000 motor dan 2.000 penumpang. Pemudik yang ingin memanfaatkan layanan mudik gratis tersebut bisa mendaftarkan diri melalui Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok Jakarta di Jl Palmas No 1 Pelabuhan Tanjung Priok, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kantor PT Pelni dan agennya, serta Kantor Kolinlamil untuk anggota TNI. Program mudik gratis dengan kapal itu diharapkan bisa mengurangi beban jalan raya darat di sepanjang jalur pantai utara (Pantura) Pulau Jawa selama musim arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Kesiapan ASDP dan Pelindo Menghadapi arus lebaran 2013 PT ASDP Indonesia Ferry (ASDP) akan menambah empat unit kapal jenis ro-ro (roll on roll off) untuk menghadapi musim mudik Lebaran 2013 yang dioperasikan pada jalur Merak-Bakauheni. "Dua unit kapal tersebut sudah selesai dimodifikasi yang akan diresmikan penggunaannya pada pekan ini. Sedangkan dua unit akan didatangkan pada Juni 2013," kata Direktur Utama ASDP Danang S Baskoro . Menurutnya, dengan penambahan empat unit kapal tersebut maka ASDP mengoperasikan 33 kapal menghadapi Lebaran 2013. "Jumlah tersebut tentunya dinamis, karena pada waktu tertentu ada kapal yang harus masuk dalam perawatan (docking). Sekarang jumlah total sudah mencapai 25 unit yang siap dioperasikan. Pada saat Lebaran bisa maksimal mencapai 33 kapal," kata Danang. Lebih jauh dia menjelaskan, dua unit kapal yang akan didatangkan pada Juni 2013 tersebut merupakan kapal bekas dari Korea Selatan. "Namun sebelum dioperasikan akan dimodifikasi terlebih dahulu yang disesuaikan dengan kebutuhan. Diharapkan sebelum memasuki bulan Ramadhan, dua kapal itu sudah dapat beroperasi," ujarnya. Kapal tersebut dimodifikasi dengan kapasitas angkut sebanyak 80 truk, dan 1.000 orang penumpang. "Jika mengangkut truk dan mobil pribadi bisa mengangkut hingga 150 unit," ujar Danang," katanya. Ia menambahkan, dengan penambahan empat unit kapal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas angkut penyeberangan Merak-Bakauheni hingga 6-7 persen. Meski mengaku dapat meningkatkan daya angkut penyeberangan Merak-Bakauheni, namun Danang mengatakan tidak bisa menjamin dapat mengurangi kepadatan arus mudik pada hari tertentu. "Masyarakat di Jabodetabek cenderung menyeberang pada waktu yang berbarengan, sehingga terjadi penumpukan," imbuhya. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan bemotor roda dua dan empat, Danang menambahkan, saat ini dibangun dermaga 6 yang rampung pada 2014. "Saat ini pelabuhan Merak memiliki lima dermaga, dengan penambahan diharapkan dapat mengurangi antrian," ujarnya Sementara itu, Pelindo III akan memasang sejumlah tenda tambahan pada beberapa terminal penumpang kapal laut yang tersebar di tujuh propinsi di Indonesia.  Antisipasi tersebut akan dimulai dari H-15 hingga H+15 Idul Fitri. Sedikitnya ada 13 terminal penumpang kapal laut di lingkungan Pelindo III yang dipersiapkan untuk disinggahi oleh para penumpang kapal laut yang hendak mudik dan balik pada lebaran tahun 2013 ini. “Direktur Utama kami telah memerintahkan kepada para General Manager di cabang yang selama ini menjadi tujuan bagi para pemudik untuk melakukan kegiatan perbaikan dan renovasi ruangan terminal penumpang agar mampu dan layak untuk menampung penumpang lebih banyak dari kapasitas eksisting serta lebih nyaman,” ujar Edi Priyanto, Kepala Humas Pelindo III. Menurutnya, meningkatnya jumlah penumpang pada arus mudik dan balik menggunakan kapal laut juga harus diikuti dengan upaya peningkatan pengamanan pada akses keluar dan masuk pelabuhan termasuk pada lokasi terminal penumpang kapal laut. Untuk keamanan pemudik pada masing-masing terminal penumpang juga akan disiapkan posko terpadu lebaran di bawah komando Otoritas Pelabuhan.  Posko terpadu itu akan diisi oleh anggota yang berasal dari unsur pelabuhan seperti Syahbandar, Pelindo III, Operator Kapal, Kepolisian Pelabuhan, Angkatan Laut, institusi dan unit kerja lainnya. “Guna menunjang kenyamanan para penumpang kapal laut, maka terminal penumpang juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai seperti toilet, ruang kesehatan, ruang menyusui, ruang lansia & difable, kantin, mushola, ruangan khusus merokok, kantin dan souvenir serta hiburan”, jelas Edi. 



Komentar Untuk Berita Ini (0)

Posting komentar

Nama
Lokasi
Email
URL
Komentar
  captcha contact us
Silakan masukkan kode diatas